{"id":6244,"date":"2024-10-31T20:38:16","date_gmt":"2024-10-31T19:38:16","guid":{"rendered":"http:\/\/wycliffe.net\/?p=6244"},"modified":"2025-10-24T20:36:54","modified_gmt":"2025-10-24T18:36:54","slug":"suara-suara-dari-booth-penerjemahan-lisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/2024\/10\/31\/suara-suara-dari-booth-penerjemahan-lisan\/","title":{"rendered":"Suara-suara dari booth penerjemahan lisan"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Meskipun pertemuan Global diselenggarakan dalam bahasa Inggris, pembicara dalam bahasa Perancis, Spanyol, dan Indonesia mengikuti sesi melalui sembilan penerjemah lisan dari berbagai latar belakang.<\/em><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"684\" src=\"http:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-JEN_1779-Edit-2048x1367-1-1024x684.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4436\" srcset=\"https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-JEN_1779-Edit-2048x1367-1-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-JEN_1779-Edit-2048x1367-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-JEN_1779-Edit-2048x1367-1-768x513.jpg 768w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-JEN_1779-Edit-2048x1367-1-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-JEN_1779-Edit-2048x1367-1.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Johannesburg, 31 Oktober\u2014Penerjemah lisan terbukti sangat berperan dalam Pertemuan Global. Dengan 180 delegasi, 51 anggota staf, dan tujuh tamu dari lebih 60 negara, keperluan akan penerjemah lisan yang efisien dan akurat sangat besar guna memastikan kelancaran komunikasi dan pemahaman. Hal ini mencerminkan nilai komunitas, yang disorot pada hari Kamis (31 Oktober), hari pertama acara tersebut. Dari budaya yang berbeda-beda, para peserta dengan bebas berperan serta sementara sembilan penerjemah lisan bertugas menjembatani hambatan bahasa antara Perancis, Spanyol, Indonesia, dan Inggris.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"565\" src=\"http:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/gg-THU_DAISY-2769_SCREEN.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4454\" srcset=\"https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/gg-THU_DAISY-2769_SCREEN.jpg 800w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/gg-THU_DAISY-2769_SCREEN-300x212.jpg 300w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/gg-THU_DAISY-2769_SCREEN-768x542.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Waktu di Booth<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tepat sebelum salah satu sesi, Elina dan Olin Bourquin mengatur napas dan memasuki booth, berdoa agar pembicara tidak terlalu cepat. Bourquin bersaudara memakai headset mereka, melihat sekilas catatan mereka, kemudian memberi perhatian penuh pada apa yang dikatakan pembicara di atas panggung. Mereka tidak punya waktu untuk memproses pesan tersebut; tujuan utama mereka hanyalah menyampaikan pesan tersebut kepada target pendengar mereka. Mikrofon kecil mengirim terjemahan lisan mereka ke earbud pendengar yang dicolokkan ke ponsel. Ini terjadi dengan bantuan aplikasi khusus bernama Livevoice. Seorang penerjemah lisan masuk sebagai \u201cpembicara\u201d sementara peserta masuk sebagai \u201cpenerima\u201d dan kemudian menavigasi ke bahasa pilihan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"534\" src=\"http:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-lr-JEN_1799-Edit.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4448\" srcset=\"https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-lr-JEN_1799-Edit.jpg 800w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-lr-JEN_1799-Edit-300x200.jpg 300w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-lr-JEN_1799-Edit-768x513.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Bourquin bersaudara adalah mahasiswa dari Swiss. Elina mempunyai latar belakang pendidikan di bidang kriminologi, sedangkan Olin seorang pengembang perangkat lunak. Olin dibesarkan dengan berbicara bahasa Inggris di rumah dan bahasa Prancis di sekolah, sementara Elina berada dalam lingkungan yang berlawanan. Orang tua mereka sengaja mengajari mereka bahasa Inggris dan Prancis.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHarapan utama saya ialah bahwa orang-orang yang sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris, atau yang kesulitan berbahasa Inggris, akan mendapat kemudahan pada Pertemuan tersebut,\u201d kata Olin.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Elina sudah melakukan pekerjaan seperti ini sebelumnya \u2026 namun dia tahu ada tantangan yang akan dihadapi hari ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAnda masuk ke dalam keadaan di mana Anda tidak bisa fokus pada hal-hal lainnya. Anda tidak dapat memproses informasi, dan Anda hanya dapat menerjemahkan apa yang Anda dengar.\u201d&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka berdua memercayai Allah agar segala sesuatu berfungsi dengan baik karena ada ketergantungan yang signifikan pada teknologi. Sesudah mereka memainkan peran yang sama dalam pertemuan International Fellowship of Evangelical Students, Allah menawarkan mereka kesempatan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSeorang teman yang sekarang bekerja dengan Wycliffe mengetahui bahwa penerjemah lisan diperlukan untuk Pertemuan ini,\u201d kata Olin, sambil menambahkan bahwa teman tersebut mengetahui bahwa mereka menerjemahkan secara lisan di konferensi Kristen.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDia bertanya apakah kami mau menjadi sukarelawan, dan kami dengan senang hati menjawab ya.\u201d&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"534\" src=\"http:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-lr-JEN_1787-Edit.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4442\" srcset=\"https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-lr-JEN_1787-Edit.jpg 800w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-lr-JEN_1787-Edit-300x200.jpg 300w, https:\/\/wycliffe.net\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/2024_10_31-Global-Gathering-lr-JEN_1787-Edit-768x513.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Delegasi Jet Rense, Pemimpin Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah yang memimpin pekerjaan penerjemahan Alkitab di Indonesia, mengatakan bahwa dia dapat terlibat penuh dalam diskusi hari itu. Selama sesi, dia menyimak suara Dessy Pello. Dessy adalah penerjemah lisan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia di Pertemuan Global.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya belajar bahwa kita hanya bisa tumbuh bersama melalui persahabatan, dan ketika saya pulang, saya akan mendorong orang-orang di organisasi saya untuk membangun persahabatan,\u201d kata Jet.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan bahwa terjemahan lisan cukup membantu. \u201cSaya dapat memahami apa yang dibicarakan orang-orang, dan saya juga dapat berkontribusi pada acara besar ini.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Cerita: Isaac Forchie. Foto: Daisy Kilel, Jennifer Pillinger.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun pertemuan global ini diselenggarakan dalam bahasa Inggris, para peserta yang berbahasa Prancis, Spanyol, dan Indonesia mengikuti sesi-sesi tersebut melalui sembilan penerjemah dari berbagai latar belakang.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":4436,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"_kadence_starter_templates_imported_post":false,"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[222,223],"tags":[],"class_list":["post-6244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-id","category-the-latest-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6244"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7773,"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6244\/revisions\/7773"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wycliffe.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}